Jika Anda sudah mengenal weton dan primbon, berikut cara sistem Saju (사주) tradisional Korea membaca data lahir yang sama dengan logika yang berbeda.
Weton adalah gabungan dua siklus kalender Jawa: hari dalam seminggu (Senin–Minggu, 7 hari) dan pasaran (Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage, 5 hari). Kombinasi keduanya menghasilkan 35 weton yang berulang setiap 35 hari.
Setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu (angka). Neptu hari dan neptu pasaran dijumlahkan menjadi neptu weton seseorang. Primbon Jawa menafsirkan angka neptu ini untuk membaca watak, kecocokan jodoh, dan rezeki — sering dipakai juga untuk menghitung hari baik pernikahan atau pindah rumah.
Saju (사주, 四柱) berarti Empat Pilar. Alih-alih memakai siklus hari-pasaran 35 hari, Saju mengubah tahun, bulan, tanggal, dan jam lahir Anda menjadi 4 pilar, masing-masing berisi satu Batang Langit dan satu Cabang Bumi — total 8 aksara, sehingga dalam bahasa Mandarin sistem ini disebut Bazi (delapan aksara).
Aksara pada pilar Hari disebut Day Master (일간, 日干) — mewakili diri Anda sendiri, sedikit mirip peran neptu weton dalam Primbon, tapi dihitung dari Batang Langit hari lahir, bukan dari penjumlahan angka hari-pasaran.
Setiap Batang Langit dan Cabang Bumi termasuk salah satu dari Lima Elemen (오행, 五行): Kayu, Api, Tanah, Logam, Air. Pembacaan Saju melihat elemen mana yang kuat, lemah, atau hilang dalam bagan, dan bagaimana elemen-elemen itu saling menguatkan atau mengendalikan.
| Weton & Primbon Jawa | Saju Korea | |
|---|---|---|
| Struktur inti | Hari (7) × Pasaran (5) = 35 weton | 4 pilar × Batang/Cabang = 8 aksara |
| Pusat bagan | Angka neptu (jumlah nilai hari+pasaran) | Day Master (Batang hari lahir) |
| Elemen analisis | Watak & kecocokan per weton | Lima Elemen (Kayu Api Tanah Logam Air) |
| Asal tradisi | Budaya Jawa, Indonesia | Tradisi Korea, ratusan tahun |
| Perlu jam lahir? | Tidak — cukup tanggal lahir | 3 dari 4 pilar bisa tanpa jam; jam menyempurnakan bagan |
Keduanya berasal dari cara pandang Asia terhadap waktu kelahiran, tapi kalender dan cara bacanya berbeda — weton memakai siklus hari-pasaran 35 hari, Saju memakai Batang Langit/Cabang Bumi dan Lima Elemen. CheonMyeongDang berfokus pada Saju Korea, bukan primbon Jawa.
Cara paling jelas memahami Saju adalah melihat bagan Anda sendiri. Alat ini gratis, hasil instan, tanpa perlu daftar akun.
Alat gratis hanya menampilkan sebagian bagan. Bacaan Saju lengkap membaca keempat pilar sekaligus — Day Master, keseimbangan Lima Elemen, dan siklus keberuntungan 10 tahunan (Dae Woon) — berdasarkan data kelahiran Anda sendiri.
Lihat bacaan Saju lengkap →Panduan ini bersifat edukatif dan untuk refleksi diri. Saju menggambarkan kecenderungan alami menurut interpretasi tradisional, bukan hasil yang pasti, dan bukan pengganti nasihat profesional.