CheonMyeongDang

Apa itu Weton dan Primbon Jawa? Dibandingkan dengan Saju Korea

WETON hari · pasaran · neptu SAJU Batang & Cabang · 5 Elemen VS
Lihat bacaan Saju pribadi — $7.99 →
Jawaban singkat: Weton adalah gabungan hari (Senin–Minggu) dan pasaran Jawa (Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage) dari tanggal lahir seseorang; Primbon Jawa menafsirkan angka neptu weton itu untuk watak, jodoh dan rezeki. Saju (사주, Empat Pilar) Korea tidak memakai siklus hari-pasaran — ia mengubah tahun, bulan, tanggal dan jam lahir menjadi 8 aksara Batang Langit & Cabang Bumi, lalu dibaca lewat Lima Elemen dan Day Master. Keduanya memakai data kelahiran, tapi struktur baca sama sekali berbeda.
Lihat bagan Saju gratis →
Analisis Empat Pilar akurat · Pembayaran aman · Hasil instan

Jika Anda sudah mengenal weton dan primbon, berikut cara sistem Saju (사주) tradisional Korea membaca data lahir yang sama dengan logika yang berbeda.

Cheonmyeongdang · 2026-09-28

Bagaimana cara kerja Weton dan Primbon Jawa?

Weton adalah gabungan dua siklus kalender Jawa: hari dalam seminggu (Senin–Minggu, 7 hari) dan pasaran (Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage, 5 hari). Kombinasi keduanya menghasilkan 35 weton yang berulang setiap 35 hari.

Setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu (angka). Neptu hari dan neptu pasaran dijumlahkan menjadi neptu weton seseorang. Primbon Jawa menafsirkan angka neptu ini untuk membaca watak, kecocokan jodoh, dan rezeki — sering dipakai juga untuk menghitung hari baik pernikahan atau pindah rumah.

Bagaimana Saju (사주) Korea berbeda?

Saju (사주, 四柱) berarti Empat Pilar. Alih-alih memakai siklus hari-pasaran 35 hari, Saju mengubah tahun, bulan, tanggal, dan jam lahir Anda menjadi 4 pilar, masing-masing berisi satu Batang Langit dan satu Cabang Bumi — total 8 aksara, sehingga dalam bahasa Mandarin sistem ini disebut Bazi (delapan aksara).

Tahun
연주 年柱
Garis keturunan, akar
Bulan
월주 月柱
Lingkungan, karier
Hari
일주 日柱
Diri sendiri, pasangan
Jam
시주 時柱
Masa tua, cita-cita

Aksara pada pilar Hari disebut Day Master (일간, 日干) — mewakili diri Anda sendiri, sedikit mirip peran neptu weton dalam Primbon, tapi dihitung dari Batang Langit hari lahir, bukan dari penjumlahan angka hari-pasaran.

Lima Elemen dalam Saju

Setiap Batang Langit dan Cabang Bumi termasuk salah satu dari Lima Elemen (오행, 五行): Kayu, Api, Tanah, Logam, Air. Pembacaan Saju melihat elemen mana yang kuat, lemah, atau hilang dalam bagan, dan bagaimana elemen-elemen itu saling menguatkan atau mengendalikan.

Kayu 목 · 木
Pertumbuhan, visi
Api 화 · 火
Semangat, ekspresi
Tanah 토 · 土
Stabilitas, kepercayaan
Logam 금 · 金
Disiplin, ketegasan
Air 수 · 水
Kebijaksanaan, adaptasi

Weton/Primbon vs Saju Korea — tabel perbandingan

 Weton & Primbon JawaSaju Korea
Struktur intiHari (7) × Pasaran (5) = 35 weton4 pilar × Batang/Cabang = 8 aksara
Pusat baganAngka neptu (jumlah nilai hari+pasaran)Day Master (Batang hari lahir)
Elemen analisisWatak & kecocokan per wetonLima Elemen (Kayu Api Tanah Logam Air)
Asal tradisiBudaya Jawa, IndonesiaTradisi Korea, ratusan tahun
Perlu jam lahir?Tidak — cukup tanggal lahir3 dari 4 pilar bisa tanpa jam; jam menyempurnakan bagan

Keduanya berasal dari cara pandang Asia terhadap waktu kelahiran, tapi kalender dan cara bacanya berbeda — weton memakai siklus hari-pasaran 35 hari, Saju memakai Batang Langit/Cabang Bumi dan Lima Elemen. CheonMyeongDang berfokus pada Saju Korea, bukan primbon Jawa.

Coba sendiri — alat Saju gratis

Cara paling jelas memahami Saju adalah melihat bagan Anda sendiri. Alat ini gratis, hasil instan, tanpa perlu daftar akun.

Lihat bagan Saju lengkap Anda

Alat gratis hanya menampilkan sebagian bagan. Bacaan Saju lengkap membaca keempat pilar sekaligus — Day Master, keseimbangan Lima Elemen, dan siklus keberuntungan 10 tahunan (Dae Woon) — berdasarkan data kelahiran Anda sendiri.

Lihat bacaan Saju lengkap →

Panduan ini bersifat edukatif dan untuk refleksi diri. Saju menggambarkan kecenderungan alami menurut interpretasi tradisional, bukan hasil yang pasti, dan bukan pengganti nasihat profesional.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Weton sama dengan Saju?

Tidak. Keduanya adalah sistem tradisional Asia yang berbasis tanggal lahir, tapi strukturnya berbeda. Weton menggabungkan hari dan pasaran Jawa menjadi angka neptu yang ditafsirkan lewat Primbon. Saju (Empat Pilar) Korea mengubah tahun, bulan, tanggal, dan jam lahir menjadi 8 aksara Batang Langit dan Cabang Bumi, lalu dibaca lewat Lima Elemen dan Day Master. Keduanya tradisi terpisah, bukan dua nama untuk sistem yang sama.

Apakah CheonMyeongDang membuat bacaan Primbon Jawa?

CheonMyeongDang berfokus pada Saju (Empat Pilar) Korea, bukan Primbon Jawa. Jika Anda sudah familiar dengan weton, Saju adalah cara lain membaca data tanggal lahir Anda yang sama — banyak orang melihat keduanya untuk membandingkan sudut pandang.

Apakah saya perlu jam lahir yang tepat untuk Saju?

Tahun, bulan, dan tanggal lahir sudah menghasilkan 3 dari 4 pilar, termasuk Day Master, sehingga tetap bisa dibaca banyak hal tanpa jam lahir. Pilar Jam adalah pilar keempat yang menyempurnakan dan memperjelas bagan.

Day Master dalam Saju setara dengan apa dalam Primbon?

Day Master (일간) adalah Batang Langit dari hari kelahiran, mewakili diri Anda dalam bagan Saju — perannya mirip dengan bagaimana neptu weton menggambarkan watak seseorang dalam Primbon. Namun cara hitungnya berbeda total: Day Master diambil dari Batang hari lahir, sedangkan neptu adalah penjumlahan nilai hari dan pasaran.

Apakah Lima Elemen di Saju sama dengan konsep elemen di Primbon?

Saju memakai Lima Elemen (Kayu, Api, Tanah, Logam, Air) sebagai kerangka analisis utama — setiap Batang dan Cabang terkait satu elemen, dan bacaan melihat elemen mana yang kuat, lemah, atau hilang. Primbon Jawa tidak memakai kerangka lima elemen yang sama; fokusnya pada angka neptu dan tabel watak per weton.